Ads Top

Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang

jendeladunia16.blogspot.co.id - Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang

Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang


jendeladunia16.blogspot.co.id - Alam semesta diciptakan Tuhan dengan milyaran hal menakjubkan didalamnya,keindahan alam ini membuat kita begitu kaya dan terkenal di mata dunia, berkat akan pesona alam yang begitu luar biasa.Termasuk di Negara yang kita Cintai ini, dimana Negara kita ini sudah begitu terkenal tentang kekayaan alamnya. Indonesia merupakan Negara yang begitu memiliki kekayaan alam yang sungguh luar biasa, baik itu panorama alamnya, suku, budaya adat istiadat, dan ciri khas masyarakat yang berbeda di seluruh penjuru Nusantara.Keindahan alam Indonesia memang dianggap tak ada yang mampu menandingi di negara manapun di dunia.Maka dari itu tak heran jika banyak wisatawan asing yang rela datang jauh-jauh ke Indonesia untuk menikmati keindahan alam yang ada di Indonesia. Salah satunya adalah Terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Disini anda akan menemukan satu destinasi alam yang dinamakan Danau Rawa pening.

Hai sobat Indonesia apakah anda sudah pernah berwisata ke danau Rawa pening belum ?. Dimana danau ini terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini. memang memiliki pemandangan panorama alam yang begitu sangat luar biasa. Jadi wajar aja, Danua Rawa pening menjadi salah satu tempat rekreasi yang favorit bagi warga semarang dan sekitarnya.

Danau rawa yang terletak di cengkungan lereng gunung merbabu, memiliki luas sekitar 2670 hektar. "Luas bangetkan". Dahulu kala danau rawa pening miliki air danau yang bening banget. Makanya kata Pening pada Rawa pening artinya itu bukan pusing loh guys, melainkan untuk kata air yang bening.

Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang

Selain sebagai tempat wisata, Rawa Pening juga dijadikan orang nelayan sebagai untuk mencari nafkah. Ngerai adalah salah satu cara yang dipilih orang nelayan untuk mencari ikan. Tempat yang dipilih untuk ngerai adalah bagian danua yang tidak begitu dalam dan juga tidak dangkal. Hal uniknya, sebelum ngerai para nelayan harus membalurkan ramuan tradisional yang terbuat dari daun jambe yang telah diancurkan. Gunanya ini tidak lain untuk menahan rasa gatal pada tubuh akibat air rawa.

Setelah mebentangkan kerai, ikan harus digiringkan masuk kedalam perangkap dengan cara memukul-mukul air. Dan ternyata guys ikan yang hidup disini banyak banget jenisnya. Selain ikan guys, lumpur yang terdapat dalam rawa pun dapat dijadikan oleh warga sebagai kompos  atau pupuk. "Wom hebat dan unik kan".

Dibalik keindahannya ada sebuah cerita masyarakat sekitar atau legenda tentang keberadaan Danau Rawa Pening ini. Pada zaman dahulu di desa Ngasem hidup seorang gadis bernama Endang Sawitri. Penduduk desa tak seorang pun yang tahu kalau Endang Sawitri punya seorang suami, namun ia hamil. Tak lama kemudian ia melahirkan dan sangat mengejutkan penduduk karena yang dilahirkan bukan seorang bayi melainkan seekor Naga. Anehnya Naga itu bisa berbicara seperti halnya manusia. Naga itu diberi nama Baru Klinting.

Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang

Di usia remaja Baru Klinting bertanya kepada ibunya. Bu, “Apakah saya ini juga mempunyai Ayah?, siapa ayah sebenarnya”. Ibu menjawab, “Ayahmu seorang raja yang saat ini sedang bertapa di gua lereng gunung Telomaya. Kamu sudah waktunya mencari dan menemui bapakmu. Saya ijinkan kamu ke sana dan bawalah klintingan ini sebagai bukti peninggalan ayahmu dulu. Dengan senang hati Baru Klinting berangkat ke pertapaan Ki Hajar Salokantara sang ayahnya.

Sampai di pertapaan Baru Klinting masuk ke gua dengan hormat, di depan Ki Hajar dan bertanya, “Apakah benar ini tempat pertapaan Ki Hajar Salokantara?” Kemudian Ki Hajar menjawab, “Ya, benar”, saya Ki Hajar Salokantara. Dengan sembah sujud di hadapan Ki Hajar, Baru Klinting mengatakan berarti Ki Hajar adalah orang tuaku yang sudah lama aku cari-cari, aku anak dari Endang Sawitri dari desa Ngasem dan ini Klintingan yang konon kata ibu peninggalan Ki Hajar. Ya benar, dengan bukti Klintingan itu kata Ki Hajar. Namun aku perlu bukti satu lagi kalau memang kamu anakku coba kamu melingkari gunung Telomoyo ini, kalau bisa, kamu benar-benar anakku. Ternyata Baru Klinting bisa melingkarinya dan Ki Hajar mengakui kalau ia benar anaknya. Ki Hajar kemudian memerintahkan Baru Klinting untuk bertapa di dalam hutan lereng gunung.

Suatu hari penduduk desa Pathok mau mengadakan pesta sedekah bumi setelah panen usai. Mereka akan mengadakan pertunjukkan berbagai macam tarian. Untuk memeriahkan pesta itu rakyat beramai-ramai mencari hewan, namun tidak mendapatkan seekor hewan pun. Akhirnya mereka menemukan seekor Naga besar yang bertapa langsung dipotong-potong, dagingnya dibawa pulang untuk pesta. Dalam acara pesta itu datanglah seorang anak jelmaan Baru Klinting ikut dalam keramaian itu dan ingin menikmati hidangan. Dengan sikap acuh dan sinis mereka mengusir anak itu dari pesta dengan paksa karena dianggap pengemis yang menjijikkan dan memalukan. Dengan sakit hati anak itu pergi meninggalkan pesta. Ia bertemu dengan seorang nenek janda tua yang baik hati. Diajaknya mampir ke rumahnya. Janda tua itu memperlakukan anak seperti tamu dihormati dan disiapkan hidangan. Di rumah janda tua, anak berpesan, Nek, “Kalau terdengar suara gemuruh nenek harus siapkan lesung, agar selamat!”. Nenek menuruti saran anak itu.

Sesaat kemudian anak itu kembali ke pesta mencoba ikut dan meminta hidangan dalam pesta yang diadakan oleh penduduk desa. Namun warga tetap tidak menerima anak itu, bahkan ditendang agar pergi dari tempat pesta itu. Dengan kemarahan hati anak itu mengadakan sayembara. Ia menancapkan lidi ke tanah, siapa penduduk desa ini yang bisa mencabutnya. Tak satu pun warga desa yang mampu mencabut lidi itu. Akhirnya anak itu sendiri yang mencabutnya, ternyata lubang tancapan tadi muncul mata air yang deras makin membesar dan menggenangi desa itu, penduduk semua tenggelam, kecuali Janda Tua yang masuk lesung dan dapat selamat, semua desa menjadi rawa-rawa,

karena airnya sangat bening, maka disebutlah “Rawa Pening” yang berada di kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Apakah anda percaya ?, apapun itu, kita tidak perlu terbawa harus akan adanya ilmu mistis, tapi kita hanya cukup mengetahuinya dan menceritakan ini kepada anak cucu kita nanti, agar mereka nantinya juga mengetahui, bahwa indonesia merupakan negara yang terkenal akan kekayaan alamnya tapi juga terkenal akan kebudayaannya.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita. Mari kita jaga dan lestarikan kebudayaan, dan panorama alam kita yang sungguh luar biasa, agar anak cucu kita bisa merasakan kehindahan dan kekayaan alam kita yang begitu luar biasa di tanah Ibu Pertiwi kita ...
Salam Pariwisata.
Kekayaan Alamku.
Pesona Indonesia.
Penosa Nusantara .
Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang Berwisata Ke Danau Rawa Pening Semarang Reviewed by adenapriscillia on Maret 07, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar

Related Post No.